16 Jun . News Pentingnya Business Model Bagi Early Stage Startup

Dalam mengembangkan startup, para founders menghadapi berbagai proses dan permasalah yang cukup kompleks agar dapat mengembangkan bisnis ke tahap selanjutnya. Untuk itu, Indigo menghadirkan Indigo Series yang bertopik “Optimize Business Model for Startup” dibawakan oleh Rizki Dwi Saputro (Founder Kapilar ID).

“Pada hari ini, banyak startup sedang berada di fase memahami model bisnis dan validasi. Harapannya dari Indigo Series ini, para startup early stage bisa memahami ataupun mempercepat proses belajarnya.” ucap Rizky sembari menyapa para peserta.

Rizki membuka materinya dengan penjelasan mengenai tools guna merancang business model yaitu menggunakan canvas. Business Model Canvas ini dapat digunakan untuk memetakan bisnis secara sederhana namun tetap komprehensif. Selain itu, ada juga Value Proposition Canvas yang dapat membantu para founders menggali lebih dalam produk yang sedang dikembangkannya. Hal ini bertujuan untuk menghadirkan value yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Terakhir, Rizki memperkenalkan Lean Canvas yang merupakan bentuk sederhana dari Business Model Canvas. Meski tampak serupa, Lean Canvas berbeda dengan Business Model Canvas. Perbedaan terbesar antara keduanya terletak pada titik problem solution, yang meliputi key partners dan key activities.

Pria lulusan Universitas Indonesia ini, memberikan rekomendasi kepada para founders agar fokus pada Lean Canvas saja dahulu agar dapat memecahkan masalah sekaligus menemukan solusinya. Setelah itu, barulah melangkah ke cost structure yang ada pada Business Model Canvas.

Ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan sebelum merancang business model. Yang pertama ialah Problem-Solution Fit yang mengharuskan para founders untuk fokus melakukan riset pasar dengan memetakan permasalah yang tengah dihadapi masyarakat dan mencari solusi yang dirasa sesuai. Dilanjutkan dengan Product-Market Fit yaitu menemukan value atau nilai unik yang akan dihadirkan ke customer. Ditutup dengan Business Model Fit yang memastikan bahwa produk/layanan yang ditawarkan memiliki value yang dapat diterima oleh customer, dapat memberikan profitability, serta memiliki cost structure yang jelas. Setelah memenuhi ketiga tahapan tersebut, sebuah startup baru dapat memenuhi “Scalable Business Model”.

Dalam kesempatan ini, Rizki menunjukkan langsung tahapan-tahapan dalam menyusun Lean Canvas ke hadapan para peserta. Sehingga, para peserta dapat memiliki bayangan bagaimana tahapan dalam merancang Lean Canvas yang tentunya perlu dilakukan para early-stage startup.