21 Jun . News Privy Mempermudah Berbagai Kegiatan Melalui Pemanfaatan Identitas Digital

Bulan lalu, tepatnya pada 20-22 Mei 2022 silam, Privy menggelar soft launching produk identitas digital yang komprehensif dan terintegrasi dengan basis data Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Seluruh data pengguna, termasuk diantaranya identitas kependudukan (KTP bagi WNI dan passport bagi WNA), nomor telepon, alamat email, hingga data biometrik kini terwakilkan dengan satu akun PrivyID yang berperan sebagai identitas digital yang sah di dunia maya.

Didukung dengan proses otentikasi PrivyPass yang diluncurkan pada penghujung 2021 silam, Privy dapat digunakan untuk mempermudah proses pembukaan rekening tabungan baru dan pengajuan pinjaman. Selain itu, dengan menggunakan PrivyID-nya, para pengguna dapat melakukan berbagai kegiatan administratif yang pada umumnya membutuhkan kartu identitas, seperti check-in di hotel atau bandara sekalipun.

Pada perhelatan yang digelar di Bali tersebut, startup binaan Indigo tahun 2015 ini mengundang seratus pengguna terpilih, yang terdiri dari perwakilan mitra korporasi Privy seperti Bank Mandiri, BRI, Telkom, WIKA, dan masih banyak lagi. Para pengguna terpilih tersebut berkesempatan untuk merasakan pengalaman menggunakan identitas digital, seperti check-in di bandara hingga di lokasi objek wisata yang tersedia pada rangkaian kegiatan tersebut.

Secara tidak langsung, startup alumni Google for Startup Accelerator 2021 ini menunjukan bentuk percepatan adaptasi digital di berbagai bidang melalui pemanfaatan identitas digital yang terintegrasi. Didukung dengan proses yang seamless dan aman, hal tersebut tentunya tidak hanya memudahkan penggunanya saja, tapi juga berkontribusi pada pemilik bisnis.

“Aktivitas kita dalam berwisata tidak lepas dari menunjukkan dokumen identitas diri dan menandatangani formulir misalnya ketika check-in di hotel. Aplikasi Privy mendigitalkan proses tersebut yang mempermudah pengunjung maupun pengelola bisnis.” ungkap Marshall Pribadi (CEO Privy).

Pernyataan pria yang mendapat penghargaan sebagai “Tokoh Penggerak Fintech” dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun, didukung oleh Henky Hotma Palindungan Manurung (Deputi Bidang Industri dan Investasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif). Menurutnya, kemudahan yang ditawarkan oleh Privy tersebut dapat memberikan kontribusi positif bagi pemulihan ekonomi, khususnya di sektor pariwisata.

“Kami mengapresiasi langkah Privy dalam percepatan transformasi digital di Indonesia. Pemanfaatan teknologi sangat membantu para pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dapat menjalankan berbagai kegiatan dan menjadi solusi selama masa pandemi dan pemulihan. Kami mendukung langkah yang dilakukan Privy untuk memperluas penggunaan identitas digital di tempat wisata, diharapkan dapat meningkatkan kembali jumlah kunjungan wisatawan dan mampu memberikan kontribusi dalam pemulihan ekonomi nasional.” ujar Henky.

Avresko Nanda (Retail Payment Division dari BRI) yang turut hadir dalam perhelatan tersebut menyampaikan bahwa identitas digital yang dihadirkan oleh startup yang masuk dalam jajaran Forbes Asia 100 to Watch 2021 ini mempermudah banyak hal. Dengan memanfaatkan akun PrivyID, kegiatan pengecekan identitas dan pembubuhan tanda tangan dapat dieliminasi.

“Seluruh rangkaian mulai dari check-in di airport, hotel registration, dan Golf Tournament, semua cukup dengan 1 aplikasi serta scan QR Code dari Privy tanpa harus repot mengeluarkan Identitas (KTP) dan membubuhi tanda tangan. Suatu hal yang sangat luar biasa dan mempermudah semua aktivitas di era digital ini. Semoga kerja sama yang sudah terjalin baik dengan BRI ke depannya dapat berjalan lebih baik dan tentunya menghadirkan kerja sama-kerja sama baru yang positif, inovatif, dan sustainable,” tuturnya.

Melalui identitas digital dan implementasi PrivyPass, Privy berharap dapat membantu pemilik bisnis mempermudah proses pendaftaran konsumen menjadi tidak rumit, hemat waktu, dan memperkecil kemungkinan pemalsuan identitas. Sehingga Privy dapat mewujudkan ekonomi digital yang aman dan nyaman bagi semua pihak.